PEMERIKSAAN UKURAN PANGGUL

Pemeriksaan Ukuran Panggul

Pemeriksaan  ukuran  panggul  dilakukan  dengan menggunakan alat. Alat yang sering digunakan dalam pengukuran panggul disebut jangkar panggul. Jangkar panggul mempunyai dua versi, yakni menurut Collin dan menurut Martin. Pemeriksaan ukuran panggul bertujuan untuk mengetahui apakah persalinan bisa dilakukan dengan normal atau tidak.

Secara umum, ukuran panggul terbagi atas ukuran panggul luar dan ukuran panggul dalam. Pemeriksaan panggul luar bisa dilakukan kapan saja, sedangkan pemeriksaan panggul dalam dilakukan pada usia kehamilan 36 minggu. Karena, pada minggu ke-36 semua jaringan yang berhubungan langsung dengan jalan lahir menjadi lebih lunak.

Akan tetapi, pemeriksaan akan dilakukan lebih awal jika ibu hamil terindikasi beberapa hal berikut: ukuran bayi atau janin lebih besar dari panggul ibu, kelainan panggul yang disebabkan oleh trauma kecelakaan yang menyebabkan bentuk panggul rusak, letak bayi yang tidak tepat pada posisinya (misalnya, posisi bayi berhadapan langsung dengan jalan lahir), dan riwayat penyakit ibu hamil yang berpengaruh langsung pada panggul, misalnya polio. Umumnya, ukuran luar panggul ibu hamil dapat menjadi petunjuk untuk mendeteksi sempit atau tidaknya ukuran dalam panggul yang pada akhirnya memungkinkan ibu hamil bisa melahirkan secara normal atau tidak.

Ukuran luar panggul mencakup:


1. Distantia Spinarium, yaitu jarak antara spina iliaca anterior kiri dan kanan mencapai 23 cm (26 cm untuk perempuan Eropa),

2. Distantia Cristarum, yaitu jarak terpanjang antara crista iliaca kanan dan kiri mencapai 26 cm (Eropa 29 cm),

3. Distantia Conjugata Externa (Boudelocoue) yaitu jarak antara pinggir atas symphysis dan rocessus spinosus (ujung sayap belakang) dari ruas pinggang kelima mencapai 18 cm (Eropa 20 cm),

5. ukuran Lingkar Panggul. Ukuran ini diperoleh dengan menggunakan pita pengukur. Pita pengukur dipasang dari pinggir atas symphysis melalui pertengahan antara spina iliaca anterior superior dan rochanter major satu pihak (misalnya kiri) dan seterusnya ke kanan, mencapai 80-84 cm (Eropa 90-95 cm).


    Ukuran dalam panggul merupakan ukuran yang sesungguhnya dan lebih penting dibanding ukuran
    luar panggul, karena kepastian ukuran dalam panggul menentukan kelahiran bayi secara normal. Artinya, kepala bayi bisa dilahirkan melalui jalur lahir.

    Pemeriksaan panggul bagian dalam bisa dilakukan melalui gambar rontgen. Ukuran dalam panggul:



    1. Conjugata Vera, yaitu jarak antara pinggir atas symphysis dan processus spinosus adalah 11 cm (Eropa 14 cm),

    2. ukuran melintang terpanjang antara linea terminalis kanan dan kiri 12 ½ cm (Eropa 13 cm),

    3. ukuran serong, berkisar antara artic, sacroiliaca kiri, dan tuberc. iliopubicum kanan dan sebaliknya adalah 13 cm (Eropa 15 cm).




      Sumber: Buku Kebidanan



      Artikel Terkait:

      Pemeriksaan Ukuran Panggul, pelatihan usg bidan, manfaat usg untuk ibu hamil, pusat pelatihan usg bidan dan dokter umum, pelatihan usg kebidanan, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan,
      Share:

      PEMERIKSAAN UKURAN PANGGUL

      Pemeriksaan Ukuran Panggul

      Pemeriksaan  ukuran  panggul  dilakukan  dengan menggunakan alat. Alat yang sering digunakan dalam pengukuran panggul disebut jangkar panggul. Jangkar panggul mempunyai dua versi, yakni menurut Collin dan menurut Martin. Pemeriksaan ukuran panggul bertujuan untuk mengetahui apakah persalinan bisa dilakukan dengan normal atau tidak.

      Secara umum, ukuran panggul terbagi atas ukuran panggul luar dan ukuran panggul dalam. Pemeriksaan panggul luar bisa dilakukan kapan saja, sedangkan pemeriksaan panggul dalam dilakukan pada usia kehamilan 36 minggu. Karena, pada minggu ke-36 semua jaringan yang berhubungan langsung dengan jalan lahir menjadi lebih lunak.

      Akan tetapi, pemeriksaan akan dilakukan lebih awal jika ibu hamil terindikasi beberapa hal berikut: ukuran bayi atau janin lebih besar dari panggul ibu, kelainan panggul yang disebabkan oleh trauma kecelakaan yang menyebabkan bentuk panggul rusak, letak bayi yang tidak tepat pada posisinya (misalnya, posisi bayi berhadapan langsung dengan jalan lahir), dan riwayat penyakit ibu hamil yang berpengaruh langsung pada panggul, misalnya polio. Umumnya, ukuran luar panggul ibu hamil dapat menjadi petunjuk untuk mendeteksi sempit atau tidaknya ukuran dalam panggul yang pada akhirnya memungkinkan ibu hamil bisa melahirkan secara normal atau tidak.

      Ukuran luar panggul mencakup:


      1. Distantia Spinarium, yaitu jarak antara spina iliaca anterior kiri dan kanan mencapai 23 cm (26 cm untuk perempuan Eropa),

      2. Distantia Cristarum, yaitu jarak terpanjang antara crista iliaca kanan dan kiri mencapai 26 cm (Eropa 29 cm),

      3. Distantia Conjugata Externa (Boudelocoue) yaitu jarak antara pinggir atas symphysis dan rocessus spinosus (ujung sayap belakang) dari ruas pinggang kelima mencapai 18 cm (Eropa 20 cm),

      5. ukuran Lingkar Panggul. Ukuran ini diperoleh dengan menggunakan pita pengukur. Pita pengukur dipasang dari pinggir atas symphysis melalui pertengahan antara spina iliaca anterior superior dan rochanter major satu pihak (misalnya kiri) dan seterusnya ke kanan, mencapai 80-84 cm (Eropa 90-95 cm).


        Ukuran dalam panggul merupakan ukuran yang sesungguhnya dan lebih penting dibanding ukuran
        luar panggul, karena kepastian ukuran dalam panggul menentukan kelahiran bayi secara normal. Artinya, kepala bayi bisa dilahirkan melalui jalur lahir.

        Pemeriksaan panggul bagian dalam bisa dilakukan melalui gambar rontgen. Ukuran dalam panggul:



        1. Conjugata Vera, yaitu jarak antara pinggir atas symphysis dan processus spinosus adalah 11 cm (Eropa 14 cm),

        2. ukuran melintang terpanjang antara linea terminalis kanan dan kiri 12 ½ cm (Eropa 13 cm),

        3. ukuran serong, berkisar antara artic, sacroiliaca kiri, dan tuberc. iliopubicum kanan dan sebaliknya adalah 13 cm (Eropa 15 cm).




          Sumber: Buku Kebidanan



          Artikel Terkait:

          Pemeriksaan Ukuran Panggul, pelatihan usg bidan, manfaat usg untuk ibu hamil, pusat pelatihan usg bidan dan dokter umum, pelatihan usg kebidanan, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan,
          Share:

          PEMERIKSAAN UMUM PADA IBU HAMIL

          Pemeriksaan Umum pada Ibu Hamil


          Pemeriksaan umum yang sering dilakukan diantaranya meliputi:

          • Pemeriksaan urine, 
          • Tekanan darah, 
          • Berat badan, 
          • Refleks, 
          • Denyut nadi, 
          • Pernapasan, 
          • Paru-paru
          • Jantung
          • Suhu tubuh. 

          Pemeriksaan urine dilakukan untuk mengetahui kadar albumen (zat putih telur) dalam tubuh ibu hamil. Jika albumen dalam tubuh ibu hamil berlebihan, maka akan menimbulkan infeksi pada kandungan kencing. Albumen dalam tubuh ibu hamil menandakan adanya kelainan yang bersumber dari ginjal dan penyakit kehamilan.

          Setiap pemeriksaan umum yang dilakukan pada ibu hamil bertujuan untuk mendeteksi kelainan
          pada kehamilan, tingkat kesadaran, serta semua kondisi umum dan perubahan pada tubuh ibu hamil.



          Sumber: Buku Kebidanan




          Arikel Terkait:

          Pemeriksaan Umum pada Ibu Hamil, pentingnya usg untuk ibu hamil, usg utnuk persalinan, pelatihan usg bidan, pelatihan usg kebidanan dan dokter umum, pelatihan usg dasar, jadwal pelatihan usg bidan dan dokter, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan,
          Share:

          PEMERIKSAAN FISIK PADA IBU DAN BAYI


          Pemeriksaan Kondisi Fisik Ibu

          Pemeriksaan fisik atau tubuh adalah cara yang dilakukan oleh tenaga medis untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien, apakah pasien mengalami kelainan atau gangguan kesehatan pada kondisi fisiknya. Adapun tujuan pemeriksaanterhadap pasien adalah mengumpulkan informasi kondisi kesehatan fisik pasien, mendapatkan informasi pembandingyang berkaitan dengan riwayat  kesehatan pasien,mendiagnosa penyakit yang mengganggu kesehatan pasien, memantau tindakan yang telah dilakukan untuk mencegah kelainan kesehatan pasien, serta menentukan langkah penanganan kondisi kesehatan fisik pasien. Pemeriksaan ini dilakukan dengan beberapa cara, yakni inspeksi (melihat/ mengamati), palpasi (meraba), perkusi (mengetuk), dan auskultasi (mendengar).

          • Inspeksi (melihat/mengamati)
            Merupakan proses pemeriksaan dengan cara melihat atau mengamati kondisi pasien secara teliti. Jika perlu, lakukan perbandingan bentuk tubuh pada bagian yang satu dengan bagian lainnya. Setiap perubahan dalam tubuh pasien harus direkam dengan baik dalam ingatan.

            • Palpasi (meraba)
            Merupakan proses pemeriksaan dengan cara meraba. Setiap bagian pada tangan mempunyai fungsi untuk bisa merasakan tekstur dan menentukan temperatur pasien. Setiap ujung jari berfungsi untuk merasakan bentuk dan menentukan ukuran, konsistensi, dan kualitas perubahan (benda) yang terdapat pada tubuh. Permukaan jari dan telapak tangan berfungsi untuk merasakan getaran. Jika dilakukan tekanan terhadap tubuh pasien, dan pasien merasakan sakit pada anggota tubuh yang ditekan, maka pada bagian tersebutlah pemeriksaan dilakukan. Sedangkan bagian belakang (punggung) tangan berfungsi untuk merasakan dan mengukur temperatur tubuh pasien.

            • Perkusi (mengetuk)
            Merupakan proses pemeriksaan dengan cara mengetuk permukaan tubuh pasien dengan bantuan ujung jari. Tujuan perkusi adalah untuk mengetahui kondisi organ-organ di dalam tubuh.

            • Auskultasi (mendengar)
            Merupakan proses pemeriksaan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara/bunyi di dalam tubuh, yang mencakup amplitude, frekuensi, dan lamanya suara/bunyi tersebut. Inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi dikenal sebagai pemeriksaan kebidanan. Untuk memeriksa kondisi fisik ibu hamil bisa dilakukan dengan pemeriksaan kebidanan.Namun, pemeriksaan pada ibu hamil bisa juga dilakukan dengan beberapa cara lain, misalnya pemeriksaan umum dan pemeriksaan ukuran panggul.



            Referensi: Buku Kebidanan




            Artikel Terkait:

            Pemeriksaan Kondisi Fisik Ibu, usg ibu hamil, usg kandungan, pentingnya pelatihan usg bidan, pelatihan usg dasar kebidanan, info pelatihan usg, manfaat usg kehamilan, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan, pelatihan usg kebidanan, pelatihan usg bidan dan dokter, pusat pelatihan usg, jadwal pelatihan usg bidan,
            Share:

            DEFINISI KELAHIRAN NORMAL



            Dalam menetapkan kelahiran normal, ada dua faktor yang harus dipertimbangkan: 
            1. Status risiko kehamilan 
            2. Kemajuan persalinan dan pelahiran. 

            Seperti yang telah dibahas sebelumnya, nilai skoring risiko yang diperkirakan jauh dari 100%. Wanita hamil yang berisiko rendah saat persalinan dimulai dapat mengalami persalinan dengan komplikasi pada akhimya. Sebaliknya, banyak wanita hamil yang berisiko tinggi pada akhimya mengalami persalinan dan melahirkan tanpa komplikasi. Pada laporan ini, sasaran utama adalah kelompok besar kehamilan risiko rendah.

            Berdasarkan definisi tersebut, berapa banyak kelahiran dapat dianggap normal? Hal ini sangat bergantung pada pengkajian risiko lokal dan regional serta angka rujukan. Studi tentang "perawatan persalinan altematif " di negara berkembang menunjukkan suatu angka rujukan rata-rata selama persalinan sebesar 20%, sementara itu, wanita dengan jumlah yang sama telah dirujuk selama kehamilan. 

            Pada wanita multipara, angka rujukan lebih rendah dibandingkan dengan wanita nulipara (Mac Vicar et al, 1993, Hundley et al, 1994; Waldenstrom et al, 1996). Dalam studi ini pengkajian risiko biasanya dilakukan dengan saksama; artinya banyak wanita yang dirujuk pada akhimya mengalami persalinan normal. Di tempat lain, angka rujukan mungkin lebih rendah. Di Kenya ditemukan bahwa 84,8% persalinan adalah persalinan tanpa komplikasi (Mati et al,1983). Umumnya, antara 70% hingga 80% wanita hamil dianggap berisiko rendah pada awal persalinan.



            Sumber: Buku Kebidanan



            Artikel Terkait:

            definisi kelahiran normal, angka kelahiran, kehamilan resiko rendah, ibu melahirkan, pentingnya usg, usg untuk ibu hamil, usg kehamilan, usg persalinan,, usg ibu hamil, usg kandungan, pentingnya pelatihan usg bidan, pelatihan usg dasar kebidanan, info pelatihan usg, manfaat usg kehamilan, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan, pelatihan usg kebidanan, pelatihan usg bidan dan dokter, pusat pelatihan usg, jadwal pelatihan usg bidan,
            Share:

            MALPOSISI DAN MALPRESENTASI



            Malposisi merupakan posisi abnormal yerteks kepala janin (dengan oksiput sebagai titik acuan) terhadap panggul ibu sedangkan Malpresentasi merupakan presentasi janin selain verteks.

            MASALAH

            • Janin dalam posisi atau presentasi abnormal dapat menyebabkan persalinan memanjang atau persalinan macet.

            PENATALAKSANAAN UMUM

            1. Lakukan evaluasi kondisi umum ibu dengan cepat, termasuk tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, pemapasan, suhu tubuh).

            2. Kaji kondisi janin

            a). Dengarkan  denyut jantung janin  segera setelah kontraksi.
            b). Hitung denyut jantung janin selama satu menit penuh minimal sekali setiap 30 menit selama fase aktif dan setiap lima menit selama kala dua.
            c). Jika terdapat  abnormalitas denyut jantung janin  (kurang dan 100 atau lebih dan 180 kali per menit), curigai terjadinya gawat janin.
            d). Jika  ketuban pecah,  catat wama cairan amnion yang keluar.
            e). Adanya mekonium yang kental menunjukkan perlunya pemantauan ketatdan kemungkinan intervensi penatalaksanaan gawat janin.
            f). Tidak adanya cairan yang keluar setelah ketuban pecah merupakan indikasi berkurangnya volume cairan amnion yang mungkin berhubungan dengan gawat janin.

              3. Berikan penguatan dan perawatan pendukung.
              4. Tinjau kembali kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf.




              Catatan:  Observasi ibu secara ketat. Malpresentasi meningkatkan risiko ruptur
              uterus karena berpotensi menyebabkan persalinan macet.

              Referensi : Buku Kebidanan



              Artikel Terkait:

              Malposisi, Malpresentasi,, kehamilan resiko rendah, ibu melahirkan, pentingnya usg, usg untuk ibu hamil, usg kehamilan, usg persalinan,, usg ibu hamil, usg kandungan, pentingnya pelatihan usg bidan, pelatihan usg dasar kebidanan, info pelatihan usg, manfaat usg kehamilan, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan, pelatihan usg kebidanan, pelatihan usg bidan dan dokter, pusat pelatihan usg, jadwal pelatihan usg bidan, materi pelatihan usg, artikel usg kebidanan, informasi pelatihan usg, pelatihan usg anc, pelatihan usg abdomen,
              Share:

              CV. BMI | JADWAL PELATIHAN USG ANC ABDOMEN 2018 - 2019


               PELATIHAN USG ANC-ABDOMEN
              untuk Dokter Umum & Bidan


              Pelatihan USG ANC-ABDOMEN FEBRUARI 2019
              Tag: 

              pelatihan usg surabaya, pelatihan usg anc surabaya, pelatihan usg abdomen surabaya, pelatihan usg surabaya terbaru, pelatihan usg bidan surabaya, pelatihan usg dokter umum surabaya, pelatihan usg bandung 2019, jadwal pelatihan usg surabaya, jadwal pelatihan usg solo 2019, jadwal pelatihan usg surabaya terbaru, pelatihan kebidanan terbaru, pelatihan usg jogjakarta, pelatihan usg yogyakarta, pelatihan usg, pelatihan usg bandung, pelatihan usg jogjakarta 2019, pelatihan usg 2019, jadwal pelatihan usg 2019,pelatihan usg dokter umum 2019, pelatihan usg untuk dokter umum 2019, jadwal pelatihan usg bandung 2019, pelatihan usg Abdomen jogjakarta, pelatihan usg abdomen yogyakarta, pelatihan usg anc jogjakarta, pelatihan anc yogyakarta, pelatihan usg bidan jogjakarta, pelatihan usg dokter umum jogjakarta, pelatihan kebidanan jogjakarta, pelatihan kebidanan yogyakarta, pelatihan dokter jogjakarta,

              Kontak


              HP:
              0822.4075.8084 (Miqdad Arrosyad)

              : 0822.4075.8084
              Email:
              binamedikaindonesia@gmail.com

              Office:
              Perum. Tamansari Manglayang Regency Blk. F7/3 Cileunyi Bandung

              FB Like

              Popular Posts

              Recent Posts

              Lokasi


              Frances Hotel
              Jl.Cipaganti 150/ 152 
              Tlp.022-2031318/ 022-2031038 
              Bandung



              Hotel Dafam Fortuna Malioboro
              l. Dagen Malioboro No.60, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271 
              Tlp.0274-6429888 
              Jogjakarta