Jadwal Seminar USG untuk Dokter Umum & Bidan 2019 - CV. BMI

Pelatihan USG ANC-ABDOMEN di Tahun 2019



www.pelatihanusgbidan.com

Tag: pelatihan usg 2016, pelatihan usg puski, pelatihan usg bidan, pelatihan usg dokter, pelatihan usg dasar 2015, pelatihan usg kebidanan, pelatihan usg bandung, pelatihan usg anc, pelatihan usg dasar 2016, pelatihan usg di bandung, pelatihan usg abdomen, pelatihan usg anak, kursus usg abdomen, pelatihan usg bidan 2016, pelatihan usg bandung 2016, pelatihan usg bagi bidan, pelatihan usg bersertifikat, pelatihan usg bagi dokter umum, pelatihan usg bidan 2014, kursus usg bidan, kursus usg bandung, pelatihan usg.com, contoh pelatihan usg di rspad, pelatihan usg dasar, pelatihan usg dokter 2016, pelatihan usg di jakarta, pelatihan usg dokter umum 2015, pelatihan usg dokter anak, pelatihan usg di medan, pelatihan usg gratis, pelatihan usg dasar obstetri & ginekologi, pelatihan usg obstetri dan ginekologi, harga pelatihan usg, harga pelatihan usg untuk bidan, info pelatihan usg, pelatihan usg jogja, pelatihan usg jakarta 2016, pelatihan usg jakarta, pelatihan usg jakarta 2015, kursus usg jakarta, pelatihan usg 2014 jakarta, pelatihan usg di jogja, jadwal pelatihan usg, jadwal pelatihan usg 2014, pelatihan usg kebidanan 2016, pelatihan usg kandungan, pelatihan usg kebidanan 2015, pelatihan usg kehamilan, pelatihan usg medan, pelatihan usg malang, pelatihan usg mindray, pelatihan membaca usg, kursus usg musculoskeletal, pelatihan usg di makassar, materi pelatihan usg dasar, materi pelatihan usg, modul pelatihan usg, makalah pelatihan usg d rspad, pelatihan usg obgin, pelatihan usg obstetri, kursus usg obgin, kursus usg obgyn 2013, pelatihan usg dasar obgyn, pelatihan usg pdui, pelatihan usg palembang, pelatihan usg pdui 2014, pelatihan usg pogi, pelatihan usg pdui puski, pelatihan usg puski 2015, pelatihan usg puski untuk dokter umum, pelatihan penggunaan usg, kursus usg puski, pelatihan usg, pelatihan usg rspad, kursus usg radio dalam, kursus usg rspad, pelatihan usg surabaya, pelatihan usg semarang, pelatihan usg solo, pelatihan usg september 2014, kursus usg surabaya, kursus usg semarang, pelatihan usg di solo, pelatihan usg di semarang, pelatihan usg untuk bidan di surabaya, seminar pelatihan usg, pelatihan usg tahun 2016, pelatihan usg tahun 2015, pelatihan usg terbaru, pelatihan usg tahun 2014, jadwal pelatihan usg tahun 2014, pelatihan usg di tangerang, tempat pelatihan usg, pelatihan usg untuk bidan, pelatihan usg untuk bidan 2016, pelatihan usg untuk dokter umum, pelatihan usg untuk dokter umum 2015, pelatihan usg untuk dokter umum 2016, pelatihan usg untuk dokter umum 2014, pelatihan usg untuk bidan 2014, pelatihan usg untuk bidan 2015, pelatihan usg untuk dokter, pelatihan usg untuk perawat, www.pelatihan usg.com, pelatihan usg yogyakarta, pelatihan usg di yogyakarta, pelatihan usg 2015, pelatihan usg 2014, pelatihan usg 2013, kursus usg 2014, kursus usg 2015, pelatihan usg dasar 2014, pelatihan usg 3 bulan, kursus usg 4d, 

Share:

USG Kehamilan Hidrosepalus Laten

Share:

Kehamilan dengan Myoma

Share:

USG Kehamilan Berbarengan Dengan Mola

Share:

8 hal penting yang wajib dilakaukan oleh ibu hamil

1. Banyak bergerak
Banyak bergerak bukan berarti banyak aktivitas. ibu hamil perlu mengurangi beberapa aktivitas yang berat, namun disarankan untuk tetap bergerak menjalankan aktivitas ibu hamil juga perlu melakukan jalan-jalan pagi dan sore hari minimal 15 menit agar persalinan mudah dan lancar.
2. Cukup istirahat
Istirahat sangat penting bagi Bumil. baiknya ibu hamil tidur malam hingga 8 jam dan mengupayakan tidur siang kurang lebih 1 jam. istirahat yang cukup membantu peredaran hormon pada tubuh Bumil. jadi, ibu hamil tidak mengalami depresi ataupun merasa mudah marah.
3. Makan sedikit tapi sering
Hormon tubuh yang berubah menyebabkan metabolisme tubuh bekerja lebih keras. kadang hal ini menyebabkan ibu hamil gampang mual. makan dalam jumlah sedikit mempermudah proses metabolisme, sehingga Bumil tidak merasa mudah mual Namun, untuk mengatasi masuknya makanan dalam jumlah sedikit, Bumil perlu makan lebih sering. Ingat! kebutuhan makan dalam tubuh Bumil untuk dua orang.
4. Perhatikan asupan nutrisi
Nutrisi yang masuk ketika hamil perlu lebih diatur. dari mulai nutrisi dalam makanan, nutrisi tambahan dalam susu dan vitamin.kegunaannya untuk pertumbuhan janin dan membantu proses persalinan kelak.
5. Menjaga kebersihan kulit
Bumil wajib mandi minimal 2 kali sehari. hal ini diperlukan untuk mengatasi perubahan kulit pada Bumil. dan menggunakan lotion setelah mandi diperlukan untuk mengatasi kulit yang mudah kering pada masa kehamilan.
6. Melakukan imunisasi
Imunisasi pada Bumil diperlukan sebagai upaya menghindari terjangkitnya penyakit tetanus bagi si jabang bayi.
7. Rajin cek kandungan
Dengan rajin memeriksa kandungan, ibu dan bayi akan terkontrol selama masa kehamilan, dan persiapan persalinan pun menjadi lebih baik.
8. Banyak relaksasi
Relaksasi wajib dilakukan selama kehamilan. seperti mendengarkan lagu, menonton tv dll.
Share:

kesehatan ibu hamil

kesehatan ibu hamil adalah hal yang sangat penting bagi para ibu-ibu yang baru mempunyai anak mereka harus menjaga dirinya dan calon anaknya yang baru lahir
mereka sangat menjaga kesehatan kehamilannya agar sang calon bayi sehat walafiat selama proses melahirkan



artikel terkait:
    kesehatan ibu hamil,     kesehatan ibu hamil muda, kesehatan ibu hamil dan bayi, kesehatan ibu hamil pdf,     kesehatan ibu hamil 6 bulan,     kesehatan ibu hamil 7 bulan,     kesehatan ibu hamil 4 bulan,     kesehatan ibu hamil ppt,     kesehatan ibu hamil dan menyusui,     kesehatan ibu hamil trimester 2,     kesehatan ibu hamil 1 bulan,     kesehatan ibu hamil 15 minggu,     kesehatan ibu hamil trimester 1,     pendidikan kesehatan ibu hamil trimester 1,     10 cara menjaga kesehatan ibu hamil,     promosi kesehatan pada ibu hamil trimester 1,     pendidikan kesehatan untuk ibu hamil trimester 1,     penyuluhan kesehatan ibu hamil trimester 1,     10 tips kesehatan ibu hamil,     kesehatan ibu hamil 2 bulan,     kesehatan ibu hamil trimester 2,     cara menjaga kesehatan ibu hamil 2 bulan,     masalah kesehatan ibu hamil tahun 2010,     pendidikan kesehatan ibu hamil trimester 2,     pendidikan kesehatan untuk ibu hamil trimester 2,     pendidikan kesehatan pada ibu hamil trimester 2,             kesehatan ibu hamil trimester 3,     pendidikan kesehatan ibu hamil trimester 3,     pendidikan kesehatan bagi ibu hamil trimester 3,     kesehatan ibu hamil 4 bulan,     menjaga kesehatan ibu hamil 4 bulan,     tips kesehatan ibu hamil 4 bulan,     kesehatan ibu hamil 3-4 bulan,     kesehatan ibu hamil usia 4 bulan,     4 pilar kesehatan ibu hamil,     kesehatan ibu hamil 5 bulan,     kesehatan wanita hamil 5 bulan,     menjaga kesehatan ibu hamil 5 bulan,     tips kesehatan ibu hamil 5 bulan,     kesehatan ibu hamil usia 5 bulan,     kesehatan untuk ibu hamil 5 bulan,     kesehatan ibu hamil 6 bulan,     kesehatan ibu hamil usia 6 bulan,     menjaga kesehatan ibu hamil 6 bulan,     tips kesehatan ibu hamil 6 bulan,     kesehatan ibu hamil 7 bulan,     kesehatan ibu hamil usia 7 bulan,     tips kesehatan ibu hamil 7 bulan,     menjaga kesehatan ibu hamil 7 bulan,     cara menjaga kesehatan ibu hamil 7 bulan,     kesehatan ibu hamil 8 bulan,     menjaga kesehatan ibu hamil 8 bulan,     info kesehatan ibu hamil 8 bulan,     tips kesehatan ibu hamil 8 bulan,     kondisi kesehatan ibu hamil 8 bulan,     kesehatan untuk ibu hamil 8 bulan,     kesehatan ibu hamil 9 bulan,     kondisi kesehatan ibu hamil 9 bulan,     kesehatan ibu hamil 6 bulan,     kesehatan ibu hamil com,     www.info kesehatan ibu hamil.com,     www.menjaga kesehatan ibu hamil.com,     www.tips kesehatan ibu hamil.com,     cara menjaga kesehatan ibu hamil,     kesehatan ibu hamil dan bayi,     menjaga kesehatan ibu hamil dan janin,     kesehatan gigi ibu hamil,     info kesehatan ibu hamil,     cara menjaga kesehatan ibu hamil dan janin,     kesehatan ibu hamil kembar,     leaflet kesehatan ibu hamil,     kesehatan ibu hamil muda,     kesehatan ibu hamil pdf,     pemeliharaan kesehatan ibu hamil,     makalah kesehatan reproduksi ibu hamil,     kesehatan ibu hamil saat berpuasa,     kesehatan ibu hamil secara tradisional,     kesehatan ibu hamil saat puasa,     kesehatan ibu hamil trimester 3,     kesehatan ibu hamil trimester pertama,     tips kesehatan ibu hamil,     tips kesehatan ibu hamil muda,     kesehatan ibu hamil muda,     kesehatan untuk ibu hamil,     www.kesehatan ibu hamil,     www.tips kesehatan ibu hamil,     www menjaga kesehatan ibu hamil,     www.info kesehatan ibu hamil.com,     www.cara menjaga kesehatan ibu hamil,
Share:

Kelainan-Kelainan Pada Kehamilan


Ibu hamil memang rentan mengalami berbagai macam penyakit selama masa kehamilannya. Kelainan-kelainan pada kehamilan ini kerap membuat ibu merasa cemas. Tapi jangan khawatir, sebenarnya kelainan tersebut dapat dicegah. Untuk dapat mencegahnya sebaiknya calon ibu memahami tentang penyakit yang dapat menyerang ibu hamil. Diantaranya adalah :
Infeksi Toksoplasma
Infeksi ini disebabkan oleh parasit bernama Toxoplasma gondi. Ibu hamil yang terinfeksi, akan menyebabkan janinnya gugur, lahir dalam keadaan mati, atau berhasil lahir tetapi menderita Toxoplasmosis bawaan.
Rubella
Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella. Tanda-tandanya berupa timbul ruam-ruam kulit. Jika kehamilan ibu baru berusia satu bulan dan terinfeksi virus Rubella, akan menyebabkan kelainan pada janin sebesar 50%. Sedangkan, jika ibu hamil terinfeksi virus Rubella pada masa trimester pertama setelah bulan pertama, risiko kelainan pada janin sebesar 25%.
CMV (Cytomegalovirus)
Virus CMV termasuk dalam keluarga Herpes. Ibu hamil yang terinfeksi virus ini dapat menyebabkan janin yang dikandungnya tertular. Akibatnya, janin berisiko mengalami gangguan pengapuran otak, pembesaran hati, dan mengalami tuli.
Plasenta Previa
Plasenta previa merupakan satu dari kelainan-kelainan pada kehamilan yang berbahaya. Kelainan ini berupa gangguan pada plasenta, yaitu posisi plasenta menutupi jalan lahir. Jika ini terjadi, perdarahan pun tak dapat dihindari.
Preeklamsia
Preeklamsia adalah keadaan di mana ibu hamil pengalami hipertensi (tekanan darah tinggi). Hal ini ditandai dengan tekanan sistolik mencapai 140 dan diastolik mencapai 90. Kelainan ini juga ditandai dengan adanya protein dalam air seni ibu hamil (disebut dengan istilah proteinuria). Dampak dari preeklamsia adalah dapat menyebabkan kematian pada ibu dan juga pada bayi yang dikandung.
Kehamilan Daluwarsa
Disebut seperti ini karena kehamilan ibu telah mencapai usia lebih dari 42 minggu. Kehamilan yang melewati usia normal (38-42 minggu) dianggap sebagai kelainan, karena berisiko tinggi pada bayi. Ibu akan susah melahirkan karena bayi semakin besar dan plasenta sudah terlalu tua untuk mencukupi kebutuhan bayi.
Kelainan-kelainan tersebut dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan sehat. Karena itu, tidak perlu takut atau ragu untuk menambah momongan lagi.




Artikel Terkait :
kelainan pada kehamilankelainan pada kehamilan dan persalinankelainan pada kehamilan trimester 1kelainan pada kehamilan dinikelainan pada kehamilan trimester 3, kelainan pada kehamilan muda, kelainan pada kehamilan trimester 2, kelainan pada kehamilan dan bersalin, kelainan pada kehamilan pdf, kelainan pada kehamilan trimester pertama, kelainan pada kehamilan trimester 1, gangguan pada kehamilan trimester 1, kelainan pada kehamilan trimester 2, kelainan pada kehamilan trimester 3, gangguan pada kehamilan trimester 3, gangguan pada kehamilan 36 minggu, gangguan pada kehamilan 4 bulan, gangguan pada kehamilan 5 bulan, gangguan pada kehamilan 9 bulan, kelainan air ketuban pada kehamilan, askep kelainan letak pada kehamilan, kelainan pada awal kehamilan, artikel kelainan pada kehamilan, apa saja kelainan pada kehamilan, kelainan pada kehamilan dan bersalin, kelainan bawaan pada kehamilan, latar belakang kelainan pada kehamilan, ciri kelainan pada kehamilan, ciri2 kelainan pada kehamilan, kelainan pada kehamilan dan persalinan, kelainan pada kehamilan dini, kelainan pada kehamilan dan bersalin, gangguan ringan pada kehamilan dan cara mengatasinya, penyakit ginjal pada kehamilan dan bersalin, penyakit asma pada kehamilan dan bersalin, penyakit jantung pada kehamilan dan bersalin, gangguan psikologi pada kehamilan dengan keguguran, penyakit sifilis pada kehamilan dan persalinan, deteksi dini kelainan pada kehamilan, kelainan endokrin pada kehamilan, gejala kelainan pada kehamilan, kelainan genetik pada kehamilan, kelainan ginjal pada kehamilan, kelainan genetika pada kehamilan, kelainan hematologi pada kehamilan, kelainan his pada kehamilan, kelainan hormon pada kehamilan, kelainan penyakit jantung pada kehamilan, kelainan jantung pada kehamilan, jenis kelainan pada kehamilan, kelainan jiwa pada kehamilan, kelainan letak janin pada kehamilan, kelainan katup jantung pada kehamilan, makalah kelainan jantung pada kehamilan, kelainan pada kehamilan kembar, penyakit pada kehamilan kesehatan, kelainan kongenital pada kehamilan, kelainan kulit pada kehamilan, kelainan air ketuban pada kehamilan, kelainan kelenjar pankreas pada kehamilan, gangguan pada kehamilan trimester ketiga, gangguan pada kehamilan trimester kedua, kelainan kromosom pada kehamilan, kelainan-kelainan pada kehamilan, kelainan pada lamanya kehamilan, kelainan dalam lamanya kehamilan prematur dan postmatur, kelainan dalam lamanya kehamilan iugr, kelainan dalam lamanya kehamilan iugr dan iufd, kelainan dalam lamanya kehamilan pdf, kelainan dalam lamanya kehamilan intra uterine fetal death, kelainan dalam lamanya kehamilan abortus, kelainan dalam lamanya kehamilan adalah, kelainan letak pada kehamilan pdf, kelainan letak lintang pada kehamilan, kelainan pada kehamilan muda, macam kelainan pada kehamilan, makalah kelainan letak pada kehamilan, makalah kelainan tiroid pada kehamilan, makalah kelainan darah pada kehamilan, kelainan pada masa kehamilan, makalah kelainan pada kehamilan, kelainan pada mata saat kehamilan, makalah kelainan jantung pada kehamilan, gangguan pada kehamilan normal, kelainan neurologi pada kehamilan, kelainan neurologik pada kehamilan, kelainan pada kehamilan pdf, kelainan pada kehamilan prematur, kelainan pada proses kehamilan, kelainan pada kehamilan dan persalinan, kelainan letak pada kehamilan pdf, kelainan plasenta pada kehamilan, penyakit kelainan pada kehamilan, pengertian kelainan pada kehamilan, kelainan pembekuan darah pada kehamilan, penyakit dan kelainan pada kehamilan, kelainan yang terjadi pada saat kehamilan, kelainan letak sungsang pada kehamilan, kelainan pada saat kehamilan, penyakit pada saat kehamilan, kelainan pada mata saat kehamilan, apa saja kelainan pada kehamilan, kelainan pada kehamilan trimester 3, kelainan pada kehamilan trimester 1, kelainan pada kehamilan trimester 2, kelainan pada kehamilan trimester pertama, makalah kelainan tiroid pada kehamilan, tanda kelainan pada kehamilan, kelainan tiroid pada kehamilan, tanda2 kelainan pada kehamilan, kelainan yang terjadi pada kehamilan, kelainan kelenjar tiroid pada kehamilan, kelainan pada usia kehamilan, kelainan kehamilan pada wanita, gangguan psikologis pada kehamilan yang tidak dikehendaki, kelainan yang terjadi pada kehamilan, 

Share:

4 Hal yang Wajib Diberikan Dokter Kandungan Atau Bidan Kepada Pasien USG

1.       Usia Kehamilan
Biasanya dokter akan menentukan dari dua parameter. Pertama dari hari pertama haid terakhir, dan dari pemeriksaan USG. Dengan mengetahui, tanggal hari pertama haid terakhir (apalagi bila siklus haid ibu teratur), dokter dapat menentukan usia kehamilan dengan lebih tepat ketimbang pasien yang melupakan tanggal tersebut. Bagi pasien yang lupa, akan digunakan pemeriksaan USG.
Semakin dini pemeriksaan USG dilakukan, hasil penentuan usia kehamilan yang didapat akan lebih akurat. Kalaupun meleset paling hanya dalam hitungan satu atau dua hari saja. Kepastian usia kehamilan ini akan kembali dikonfirmasi lewat pemeriksaan USG saat pasien melakukan kontrol berikutnya. Saat kontrol pertama ini pun umumnya perkiraan tanggal persalinan sudah dapat diprediksi.

2.       Pemeriksaan yang Harus Dilakukan
Pemeriksaan darah amat dianjurkan di awal kehamilan, seperti periksa darah rutin (komponen HB, trombosit, lekosit dan hematokritnya). Hal ini untuk mengetahui status keadaan pasien pada awal kehamilan secara laboratorium, baik keadaan kurang darah (anemia) ataupun ada tidaknya infeksi mengingat umumnya sering terjadi infeksi saluran kencing pada kaum hawa. Akan lebih baik bila pasien telah melakukan pemeriksaan TORCH  saat persiapan kehamilan (premarital check up).

3.       Kehamilan Normal Atau Ada Kelainan
Dengan patokan dari usia kehamilan dan pemeriksaan USG, kemungkinan pertama yang harus muncul adalah adanya kantong kehamilan. Jika kantong ini tidak berkembang sesuai usia kehamilan dan tidak ditemukan janin di dalamnya berarti ada kelainan yang disebut telur kosong. 
Contoh lain di usia kehamilan 6-7 minggu, juga lewat pemeriksaan USG, organ fetus harus sudah bisa terlihat secara keseluruhan meski belum detail. Ketiadaan denyut jantung janin bisa berarti ada kematian hasil konsepsi.
Jika diketahui memiliki kista dengan diameter lebih dari 5 cm ibu umumnya akan diobservasi selama kehamilan. Jika kista membesar akan dilakukan operasi pengangkatan di awal trimester kedua (sekitar usia kehamilan 15-16 minggu). Kista yang dibiarkan dikhawatirkan akan membesar dan terpuntir sehingga dapat mengganggu pertumbuhan janin.
Bila ada kelainan atau ketidaknormalan, pada saat pemeriksaan harus dipastikan apakah sifat ketidaknormalan atau kelainan tersebut mayor ataupun minor. Jika diprediksikan kondisi bakal memburuk (misalnya kelainan dapat menyebabkan kematian atau kelainan berat) akan dipikirkan tindakan terminasi atau pengakhiran kehamilan.

4.       Suplemen yang Harus Dikonsumsi

Dokter akan menganjurkan pasien untuk mengonsumsi asam folat di usia tiga bulan pertama sebelum kehamilan atau paling tidak selama trimester awal. Tujuannya untuk mencegah terjadinya cacat bawaan pada janin (Neural Tube Defect).
Share:

Menentukan Jadwal yang Tepat untuk Pemeriksaan USG


Pemeriksaan USG (Ultrasonografi) adalah pemeriksaan janin menggunakan frekuensi gelombang suara tinggi yang dipantulkan ke tubuh untuk mengetahui gambaran rahim yang disebut sonogram. Fungsinya adalah untuk mengetahui kesehatan perkembangan kehamilan, khususnya adalah janin. Dengan menggunakan USG maka dapat mengetahui perkembangan bayi, usia kehamilan, pertumbuhan dan mengetahui adanya ancaman keguguran. Meskipun sekarang seringkali dilakukan pemeriksaan USG setiap melakukan pemeriksaan (kontrol) kehamilan akan tetapi sebaiknya hanya menjadwalkan waktu yang tepat dalam pemeriksaan USG.

Berikut adalah jadwal tepat dalam pemeriksaan USG pada saat hamil :
1.  Awal Kehamilan
Pada awal kehamilan disarankan untuk melakukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan pada awal kehamilan berfungsi untuk mengetahui lokasi janin, jumlah janin di dalam kandungan, keadaan organ kelamin dalam dan juga membentuk kedua indung telur sehingga dapat dideteksi secara dini apabila mengalami kelainan abnormal. Selain itu pemeriksaan USG pada awal kehamilan akan membantu dalam menentukan usia kehamilan yang akurat.
2.  Usia Kehamilan 11-14
Pemeriksaan USG kedua akan dilakukan pada usia kehamilan antara 11-14 bulan. Adapun pemeriksaan pada tahap kedua ini untuk mengetahui perkembangan janin salah satunya yang berhubungan dengan kelainan down syndrome (DS), kelainan yang berhubungan dengan bagian kepala salah satunya yang berhubungan dengan zat cair yang berada di dalam rongga otak dan juga kelainan otak dan parut sehingga dapat dideteksi secara dini. Bahkan USG terbaru telah menemukan adanya deteksi kelainan pada janin di usia kehamilam 9 minggu.
3. Usia Kehamilan 18-23
Tahap ketiga, pada usia kehamilan 18-23 minggu pemeriksaan USG akan berfungsi untuk melihat kelainan cacat bawaan. Pada tahap ini pula dapat membantu mengetahui, apakah identifikasi pada proses pemeriksaan pertama benar adanya atau justru tidak ditemukan kemungkinan yang berbahaya. Dokter telah dapat menjelaskan ukuran lingkar kepala janin, panjang lengan bagian atas, panjang paha, berat badan, usia bayi dan letak plasenta. Selain itu pada usia ini memang sangat penting dalam pemeriksaan USG dikarenakan akan berfungsi memberikan gambaran fungsi tali pusat, posisi janin dan jumlah air ketuban.
4. Usia Kehamilan 33-34 minggu
Pemeriksaan yang terakhir dianjurkan dilakukan pada saat menjelang persalinan atau pada kehamilan yang lewat waktu sehingga bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan janin, lokasi ari ari, persentasi janin pada saat jalan lahir, kapasitas air ketuban dan lilitan tali pusar.
Walaupun pada dasarnya pemeriksaan USG dapat dijadwalkan akan tetapi apabila kondisi kehamilan mengalami masalah seperti gangguan detak jantung janin yang tidak teratur maka dapat dilakukan USG untuk mengetahui kondisi kesehatan janin. Sebelum melakukan pemeriksaan USG, anda dapat melakukan persiapan. Meskipun persiapan tergantung pada pemeriksaan USG, berikut adalah persiapan yang dapat anda lakukan dalam pemeriksaan USG :
1.      Apabila USG dilakukan melalui organ kewanitaan, maka anda memerlukan pengosongan kandung kemih terlebih dahulu.
2.      Sedangkan untuk USG yang dilakukan di luar, terutama dalam usia kehamilan kurang dari tiga bulan, sebaiknya anda minum terlebih dahulu 2-3 gelas sehingga anda harus membuat kandung kemih cukup penuh sehingga anda diminta untuk menahan buang air kecil sebelum dilakukan pemeriksaan kedokter. Cairan ini berfungsi dalam memperjelaskan rahim dan isinya yang berada di belakang kantung kemih.


Share:

Perbedaan Morning Sickness dan Hipermesis Gravidarium



Sebelum kita membahas perbedaannya marilah kita pelajari apa itu Morning Sickness dan Hiperemesis Gravidarum.

Morning Sickness
Morning sickness adalah mual pada awal kehamilan, dengan atau tanpa muntah. Sering disebut juga emesis gravidarum atau nausea gravidarum. Mual biasanya di pagi hari, meskipun bisa menyerang setiap saat, siang atau malam, kadang-kadang dimulai sejak lebih dari tiga minggu setelah pembuahan. Mual tampaknya sebagian disebabkan oleh kenaikan cepat kadar estrogen dan progesteron, yang menyebabkan pengosongan usus lebih lambat. Ibu hamil juga lebih sensitif terhadap bau, sehingga berbagai bau – seperti asap masakan, parfum atau rokok dapat menyebabkan gelombang mual di awal kehamilan.

Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah di masa kehamilan dengan frekuensi serta gejala yang jauh lebih parah daripada morning sickness.

Perbedaannya :
Morning Sickness
·         Mual kadang disertai muntah
·         Mual yang reda pada 12 minggu atau segera setelahnya
·         Muntah yang tidak menyebabkan dehidrasi berat
·         Muntah yang memungkinkan Anda untuk menyimpan makanan turun

Hiperemesis Gravidarum
·         Mual disertai muntah parah
·         Mual yang tidak mereda
·         Muntah yang menyebabkan dehidrasi berat

·         Muntah yang tidak memungkinkan Anda untuk menyimpan makanan turun
Share:

Tips Menghilangkan Rasa Mual Pada Saat Hamil

1.     Mengkonsumsi Gizi Seimbang
Konsumsi lah makanan yang berkarbohidrat tinggi seperti kentang, biskuit, roti, ubi-ubian, singkong dan sebagainya. Pada saat nafsu makan bertambah, dapat menambahnya dengan menu sayuran yang berkuah seperti sup dan sayur bening (daun ubi, daun bayam, daun katuk, dll). Jangan lupa untuk mengonsumsi buah-buahan segar atau jus buah, seperti mangga, pepaya, pisang, tomat, melon, dll.
Untuk lebih mengurangi rasa mual, sebaiknya memilih makanan yang mengandung vitamin B6. Vitamin ini memiliki sifat anti mual. Contoh jenis makanan yang mengandung vitamin B6 adalah jamur, hati, ikan, daging, kentang, gandum, ragi, kacang-kacangan, pepaya, pisang, sirup, tebu, dan sebagainya.

2.    Camilan
Bila merasakan mual saat bangun pagi, siapkan camilan seperti biskuit yang menjadi favorit Anda di dekat tempat tidur. Hal ini akan menghindari perut Anda kosong.

3.    Minum susu kehamilan
Bila masih merasakan mual, cobalah minum susu hamil karena dapat menghilangkan rasa mual dan eneg. Sekarang sudah banyak pilihan produk susu Ibu hamil yang sekaligus dapat mengurangi rasa mual. Biasanya kandungan vitamin B6 yang terdapat dalam susu untuk Ibu hamil dapat membantu mengurangi rasa mual.

4.    Aromatherapy
Mencium aroma yang segar dan sesuai dengan selera, sehingga bisa membantu untuk rileks, dan ”melupakan” rasa mual serta membuat tidur lebih nyenyak. Namun harus berhati-hati dalam memilih terapi aroma yang akan dipakai karena tidak semua terapi aroma baik untuk ibu hamil. Untuk lebih memastikan keamanannya, sebaiknya konsultasi dulu dengan tenaga kesehatan.

5.    Istirahat yang Cukup dan hindari Stress
Istirahat dan rileks bisa membantu mengatasi rasa mual dan muntah. Karena saat mengalami stres dan lelah, ini hanya akan memperburuk rasa mual. Pastikan beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku atau majalah tentang bayi. Dan apabila bekerja, tidak ada salahnya untuk mengambil cuti beberapa hari agar beban pekerjaan tidak semakin meningkatkan perasaan stres.
stres merupakan salah satu kondisi yang bisa mengganggu kehamilan. Sebaiknya selalu berpikir positif dan berusaha untuk tetap memenuhi nutrisi yang cukup pada janin.

6.    Minum Jahe
Minum jahe,. Menurut sebuah penelitian di Australia, menyatakan bahwa jahe merupakan obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk Ibu hamil dan bayi. Jika masih merasakan mual, dapat mengonsumsi jahe dengan minum segelas rebusan jahe (250-300 mg) sekali minum.

7.    Hindari Makanan Tertentu
Ketika hamil, biasanya penciuman akan menjadi lebih sensitif. "Sehingga bila ada bau tertentu akan merangsang rasa mual. Tetapi hal ini berbeda-beda setiap orangnya," tambahnya. Untuk menghindari rasa mual dan muntah, hindari makanan yang berbau tajam, rokok, dan bau yang menyengat lainnya.

8.    Bergerak Perlahan
Biasakan untuk bergerak perlahan, dan hindari bergerak dengan gerakan refleks dan cepat. Saat bangun pagi, jangan terburu-buru untuk bangun dan berdiri. Duduklah sebentar dan bersandar pada tempat tidur. Setelah beberapa saat, baru bergerak perlahan dan berdiri.

9.    Hindari Makanan yang Pedas dan Berminyak
Rasa pedas serta makanan makanan yang berminyak, berlemak dapat membuat rasa mual semain meningkat, sehingga harus benar benar di jauhkan dari ibu yang sednag mangalami hamil muda.


Semoga bermanfaat…





Artikel Terkait
tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual di saat hamil muda, bagaimana cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual ketika hamil, tips mengurangi rasa mual ketika hamil, cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, tips mengurangi rasa mual pada saat hamil, cara mengurangi rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual disaat hamil, bagaimana cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, bagaimana cara menghilangkan rasa mual pada ibu hamil, bagaimana cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual di saat hamil muda, bagaimana cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual ketika hamil, tips mengurangi rasa mual ketika hamil, cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, tips mengurangi rasa mual pada saat hamil, cara mengurangi rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual disaat hamil, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda, tips menghilangkan rasa mual pada ibu hamil muda, cara menghilangkan rasa mual dan muntah pada ibu hamil, cara menghilangkan rasa mual dan muntah pada saat hamil, bagaimana cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual di saat hamil muda, bagaimana cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual ketika hamil, tips mengurangi rasa mual ketika hamil, cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, tips mengurangi rasa mual pada saat hamil, cara mengurangi rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual disaat hamil, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual di saat hamil muda, bagaimana cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual ketika hamil, tips mengurangi rasa mual ketika hamil, cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, tips mengurangi rasa mual pada saat hamil, cara mengurangi rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual disaat hamil, cara menghilangkan rasa mual dan muntah pada ibu hamil, cara menghilangkan rasa mual dan pusing pada ibu hamil, cara menghilangkan rasa mual dan muntah pada saat hamil, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual di saat hamil muda, bagaimana cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual ketika hamil, tips mengurangi rasa mual ketika hamil, cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil, tips mengurangi rasa mual pada saat hamil, cara mengurangi rasa mual pada saat hamil, cara menghilangkan rasa mual disaat hamil, tips menghilangkan rasa mual pada ibu hamil muda, tips menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda, cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda, cara untuk menghilangkan rasa mual pada ibu hamil, bagaimana cara menghilangkan rasa mual pada saat hamil muda,
Share:

PEMERIKSAAN UKURAN PANGGUL

Pemeriksaan Ukuran Panggul

Pemeriksaan  ukuran  panggul  dilakukan  dengan menggunakan alat. Alat yang sering digunakan dalam pengukuran panggul disebut jangkar panggul. Jangkar panggul mempunyai dua versi, yakni menurut Collin dan menurut Martin. Pemeriksaan ukuran panggul bertujuan untuk mengetahui apakah persalinan bisa dilakukan dengan normal atau tidak.

Secara umum, ukuran panggul terbagi atas ukuran panggul luar dan ukuran panggul dalam. Pemeriksaan panggul luar bisa dilakukan kapan saja, sedangkan pemeriksaan panggul dalam dilakukan pada usia kehamilan 36 minggu. Karena, pada minggu ke-36 semua jaringan yang berhubungan langsung dengan jalan lahir menjadi lebih lunak.

Akan tetapi, pemeriksaan akan dilakukan lebih awal jika ibu hamil terindikasi beberapa hal berikut: ukuran bayi atau janin lebih besar dari panggul ibu, kelainan panggul yang disebabkan oleh trauma kecelakaan yang menyebabkan bentuk panggul rusak, letak bayi yang tidak tepat pada posisinya (misalnya, posisi bayi berhadapan langsung dengan jalan lahir), dan riwayat penyakit ibu hamil yang berpengaruh langsung pada panggul, misalnya polio. Umumnya, ukuran luar panggul ibu hamil dapat menjadi petunjuk untuk mendeteksi sempit atau tidaknya ukuran dalam panggul yang pada akhirnya memungkinkan ibu hamil bisa melahirkan secara normal atau tidak.

Ukuran luar panggul mencakup:


1. Distantia Spinarium, yaitu jarak antara spina iliaca anterior kiri dan kanan mencapai 23 cm (26 cm untuk perempuan Eropa),

2. Distantia Cristarum, yaitu jarak terpanjang antara crista iliaca kanan dan kiri mencapai 26 cm (Eropa 29 cm),

3. Distantia Conjugata Externa (Boudelocoue) yaitu jarak antara pinggir atas symphysis dan rocessus spinosus (ujung sayap belakang) dari ruas pinggang kelima mencapai 18 cm (Eropa 20 cm),

5. ukuran Lingkar Panggul. Ukuran ini diperoleh dengan menggunakan pita pengukur. Pita pengukur dipasang dari pinggir atas symphysis melalui pertengahan antara spina iliaca anterior superior dan rochanter major satu pihak (misalnya kiri) dan seterusnya ke kanan, mencapai 80-84 cm (Eropa 90-95 cm).


    Ukuran dalam panggul merupakan ukuran yang sesungguhnya dan lebih penting dibanding ukuran
    luar panggul, karena kepastian ukuran dalam panggul menentukan kelahiran bayi secara normal. Artinya, kepala bayi bisa dilahirkan melalui jalur lahir.

    Pemeriksaan panggul bagian dalam bisa dilakukan melalui gambar rontgen. Ukuran dalam panggul:



    1. Conjugata Vera, yaitu jarak antara pinggir atas symphysis dan processus spinosus adalah 11 cm (Eropa 14 cm),

    2. ukuran melintang terpanjang antara linea terminalis kanan dan kiri 12 ½ cm (Eropa 13 cm),

    3. ukuran serong, berkisar antara artic, sacroiliaca kiri, dan tuberc. iliopubicum kanan dan sebaliknya adalah 13 cm (Eropa 15 cm).




      Sumber: Buku Kebidanan



      Artikel Terkait:

      Pemeriksaan Ukuran Panggul, pelatihan usg bidan, manfaat usg untuk ibu hamil, pusat pelatihan usg bidan dan dokter umum, pelatihan usg kebidanan, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan,
      Share:

      PEMERIKSAAN UKURAN PANGGUL

      Pemeriksaan Ukuran Panggul

      Pemeriksaan  ukuran  panggul  dilakukan  dengan menggunakan alat. Alat yang sering digunakan dalam pengukuran panggul disebut jangkar panggul. Jangkar panggul mempunyai dua versi, yakni menurut Collin dan menurut Martin. Pemeriksaan ukuran panggul bertujuan untuk mengetahui apakah persalinan bisa dilakukan dengan normal atau tidak.

      Secara umum, ukuran panggul terbagi atas ukuran panggul luar dan ukuran panggul dalam. Pemeriksaan panggul luar bisa dilakukan kapan saja, sedangkan pemeriksaan panggul dalam dilakukan pada usia kehamilan 36 minggu. Karena, pada minggu ke-36 semua jaringan yang berhubungan langsung dengan jalan lahir menjadi lebih lunak.

      Akan tetapi, pemeriksaan akan dilakukan lebih awal jika ibu hamil terindikasi beberapa hal berikut: ukuran bayi atau janin lebih besar dari panggul ibu, kelainan panggul yang disebabkan oleh trauma kecelakaan yang menyebabkan bentuk panggul rusak, letak bayi yang tidak tepat pada posisinya (misalnya, posisi bayi berhadapan langsung dengan jalan lahir), dan riwayat penyakit ibu hamil yang berpengaruh langsung pada panggul, misalnya polio. Umumnya, ukuran luar panggul ibu hamil dapat menjadi petunjuk untuk mendeteksi sempit atau tidaknya ukuran dalam panggul yang pada akhirnya memungkinkan ibu hamil bisa melahirkan secara normal atau tidak.

      Ukuran luar panggul mencakup:


      1. Distantia Spinarium, yaitu jarak antara spina iliaca anterior kiri dan kanan mencapai 23 cm (26 cm untuk perempuan Eropa),

      2. Distantia Cristarum, yaitu jarak terpanjang antara crista iliaca kanan dan kiri mencapai 26 cm (Eropa 29 cm),

      3. Distantia Conjugata Externa (Boudelocoue) yaitu jarak antara pinggir atas symphysis dan rocessus spinosus (ujung sayap belakang) dari ruas pinggang kelima mencapai 18 cm (Eropa 20 cm),

      5. ukuran Lingkar Panggul. Ukuran ini diperoleh dengan menggunakan pita pengukur. Pita pengukur dipasang dari pinggir atas symphysis melalui pertengahan antara spina iliaca anterior superior dan rochanter major satu pihak (misalnya kiri) dan seterusnya ke kanan, mencapai 80-84 cm (Eropa 90-95 cm).


        Ukuran dalam panggul merupakan ukuran yang sesungguhnya dan lebih penting dibanding ukuran
        luar panggul, karena kepastian ukuran dalam panggul menentukan kelahiran bayi secara normal. Artinya, kepala bayi bisa dilahirkan melalui jalur lahir.

        Pemeriksaan panggul bagian dalam bisa dilakukan melalui gambar rontgen. Ukuran dalam panggul:



        1. Conjugata Vera, yaitu jarak antara pinggir atas symphysis dan processus spinosus adalah 11 cm (Eropa 14 cm),

        2. ukuran melintang terpanjang antara linea terminalis kanan dan kiri 12 ½ cm (Eropa 13 cm),

        3. ukuran serong, berkisar antara artic, sacroiliaca kiri, dan tuberc. iliopubicum kanan dan sebaliknya adalah 13 cm (Eropa 15 cm).




          Sumber: Buku Kebidanan



          Artikel Terkait:

          Pemeriksaan Ukuran Panggul, pelatihan usg bidan, manfaat usg untuk ibu hamil, pusat pelatihan usg bidan dan dokter umum, pelatihan usg kebidanan, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan,
          Share:

          PEMERIKSAAN UMUM PADA IBU HAMIL

          Pemeriksaan Umum pada Ibu Hamil


          Pemeriksaan umum yang sering dilakukan diantaranya meliputi:

          • Pemeriksaan urine, 
          • Tekanan darah, 
          • Berat badan, 
          • Refleks, 
          • Denyut nadi, 
          • Pernapasan, 
          • Paru-paru
          • Jantung
          • Suhu tubuh. 

          Pemeriksaan urine dilakukan untuk mengetahui kadar albumen (zat putih telur) dalam tubuh ibu hamil. Jika albumen dalam tubuh ibu hamil berlebihan, maka akan menimbulkan infeksi pada kandungan kencing. Albumen dalam tubuh ibu hamil menandakan adanya kelainan yang bersumber dari ginjal dan penyakit kehamilan.

          Setiap pemeriksaan umum yang dilakukan pada ibu hamil bertujuan untuk mendeteksi kelainan
          pada kehamilan, tingkat kesadaran, serta semua kondisi umum dan perubahan pada tubuh ibu hamil.



          Sumber: Buku Kebidanan




          Arikel Terkait:

          Pemeriksaan Umum pada Ibu Hamil, pentingnya usg untuk ibu hamil, usg utnuk persalinan, pelatihan usg bidan, pelatihan usg kebidanan dan dokter umum, pelatihan usg dasar, jadwal pelatihan usg bidan dan dokter, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan,
          Share:

          PEMERIKSAAN FISIK PADA IBU DAN BAYI


          Pemeriksaan Kondisi Fisik Ibu

          Pemeriksaan fisik atau tubuh adalah cara yang dilakukan oleh tenaga medis untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien, apakah pasien mengalami kelainan atau gangguan kesehatan pada kondisi fisiknya. Adapun tujuan pemeriksaanterhadap pasien adalah mengumpulkan informasi kondisi kesehatan fisik pasien, mendapatkan informasi pembandingyang berkaitan dengan riwayat  kesehatan pasien,mendiagnosa penyakit yang mengganggu kesehatan pasien, memantau tindakan yang telah dilakukan untuk mencegah kelainan kesehatan pasien, serta menentukan langkah penanganan kondisi kesehatan fisik pasien. Pemeriksaan ini dilakukan dengan beberapa cara, yakni inspeksi (melihat/ mengamati), palpasi (meraba), perkusi (mengetuk), dan auskultasi (mendengar).

          • Inspeksi (melihat/mengamati)
            Merupakan proses pemeriksaan dengan cara melihat atau mengamati kondisi pasien secara teliti. Jika perlu, lakukan perbandingan bentuk tubuh pada bagian yang satu dengan bagian lainnya. Setiap perubahan dalam tubuh pasien harus direkam dengan baik dalam ingatan.

            • Palpasi (meraba)
            Merupakan proses pemeriksaan dengan cara meraba. Setiap bagian pada tangan mempunyai fungsi untuk bisa merasakan tekstur dan menentukan temperatur pasien. Setiap ujung jari berfungsi untuk merasakan bentuk dan menentukan ukuran, konsistensi, dan kualitas perubahan (benda) yang terdapat pada tubuh. Permukaan jari dan telapak tangan berfungsi untuk merasakan getaran. Jika dilakukan tekanan terhadap tubuh pasien, dan pasien merasakan sakit pada anggota tubuh yang ditekan, maka pada bagian tersebutlah pemeriksaan dilakukan. Sedangkan bagian belakang (punggung) tangan berfungsi untuk merasakan dan mengukur temperatur tubuh pasien.

            • Perkusi (mengetuk)
            Merupakan proses pemeriksaan dengan cara mengetuk permukaan tubuh pasien dengan bantuan ujung jari. Tujuan perkusi adalah untuk mengetahui kondisi organ-organ di dalam tubuh.

            • Auskultasi (mendengar)
            Merupakan proses pemeriksaan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara/bunyi di dalam tubuh, yang mencakup amplitude, frekuensi, dan lamanya suara/bunyi tersebut. Inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi dikenal sebagai pemeriksaan kebidanan. Untuk memeriksa kondisi fisik ibu hamil bisa dilakukan dengan pemeriksaan kebidanan.Namun, pemeriksaan pada ibu hamil bisa juga dilakukan dengan beberapa cara lain, misalnya pemeriksaan umum dan pemeriksaan ukuran panggul.



            Referensi: Buku Kebidanan




            Artikel Terkait:

            Pemeriksaan Kondisi Fisik Ibu, usg ibu hamil, usg kandungan, pentingnya pelatihan usg bidan, pelatihan usg dasar kebidanan, info pelatihan usg, manfaat usg kehamilan, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan, pelatihan usg kebidanan, pelatihan usg bidan dan dokter, pusat pelatihan usg, jadwal pelatihan usg bidan,
            Share:

            DEFINISI KELAHIRAN NORMAL



            Dalam menetapkan kelahiran normal, ada dua faktor yang harus dipertimbangkan: 
            1. Status risiko kehamilan 
            2. Kemajuan persalinan dan pelahiran. 

            Seperti yang telah dibahas sebelumnya, nilai skoring risiko yang diperkirakan jauh dari 100%. Wanita hamil yang berisiko rendah saat persalinan dimulai dapat mengalami persalinan dengan komplikasi pada akhimya. Sebaliknya, banyak wanita hamil yang berisiko tinggi pada akhimya mengalami persalinan dan melahirkan tanpa komplikasi. Pada laporan ini, sasaran utama adalah kelompok besar kehamilan risiko rendah.

            Berdasarkan definisi tersebut, berapa banyak kelahiran dapat dianggap normal? Hal ini sangat bergantung pada pengkajian risiko lokal dan regional serta angka rujukan. Studi tentang "perawatan persalinan altematif " di negara berkembang menunjukkan suatu angka rujukan rata-rata selama persalinan sebesar 20%, sementara itu, wanita dengan jumlah yang sama telah dirujuk selama kehamilan. 

            Pada wanita multipara, angka rujukan lebih rendah dibandingkan dengan wanita nulipara (Mac Vicar et al, 1993, Hundley et al, 1994; Waldenstrom et al, 1996). Dalam studi ini pengkajian risiko biasanya dilakukan dengan saksama; artinya banyak wanita yang dirujuk pada akhimya mengalami persalinan normal. Di tempat lain, angka rujukan mungkin lebih rendah. Di Kenya ditemukan bahwa 84,8% persalinan adalah persalinan tanpa komplikasi (Mati et al,1983). Umumnya, antara 70% hingga 80% wanita hamil dianggap berisiko rendah pada awal persalinan.



            Sumber: Buku Kebidanan



            Artikel Terkait:

            definisi kelahiran normal, angka kelahiran, kehamilan resiko rendah, ibu melahirkan, pentingnya usg, usg untuk ibu hamil, usg kehamilan, usg persalinan,, usg ibu hamil, usg kandungan, pentingnya pelatihan usg bidan, pelatihan usg dasar kebidanan, info pelatihan usg, manfaat usg kehamilan, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan, pelatihan usg kebidanan, pelatihan usg bidan dan dokter, pusat pelatihan usg, jadwal pelatihan usg bidan,
            Share:

            MALPOSISI DAN MALPRESENTASI



            Malposisi merupakan posisi abnormal yerteks kepala janin (dengan oksiput sebagai titik acuan) terhadap panggul ibu sedangkan Malpresentasi merupakan presentasi janin selain verteks.

            MASALAH

            • Janin dalam posisi atau presentasi abnormal dapat menyebabkan persalinan memanjang atau persalinan macet.

            PENATALAKSANAAN UMUM

            1. Lakukan evaluasi kondisi umum ibu dengan cepat, termasuk tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, pemapasan, suhu tubuh).

            2. Kaji kondisi janin

            a). Dengarkan  denyut jantung janin  segera setelah kontraksi.
            b). Hitung denyut jantung janin selama satu menit penuh minimal sekali setiap 30 menit selama fase aktif dan setiap lima menit selama kala dua.
            c). Jika terdapat  abnormalitas denyut jantung janin  (kurang dan 100 atau lebih dan 180 kali per menit), curigai terjadinya gawat janin.
            d). Jika  ketuban pecah,  catat wama cairan amnion yang keluar.
            e). Adanya mekonium yang kental menunjukkan perlunya pemantauan ketatdan kemungkinan intervensi penatalaksanaan gawat janin.
            f). Tidak adanya cairan yang keluar setelah ketuban pecah merupakan indikasi berkurangnya volume cairan amnion yang mungkin berhubungan dengan gawat janin.

              3. Berikan penguatan dan perawatan pendukung.
              4. Tinjau kembali kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf.




              Catatan:  Observasi ibu secara ketat. Malpresentasi meningkatkan risiko ruptur
              uterus karena berpotensi menyebabkan persalinan macet.

              Referensi : Buku Kebidanan



              Artikel Terkait:

              Malposisi, Malpresentasi,, kehamilan resiko rendah, ibu melahirkan, pentingnya usg, usg untuk ibu hamil, usg kehamilan, usg persalinan,, usg ibu hamil, usg kandungan, pentingnya pelatihan usg bidan, pelatihan usg dasar kebidanan, info pelatihan usg, manfaat usg kehamilan, kursus usg bidan dan dokter umum, seminar pelatihan usg bidan dan dokter umum, kursus usg kebidanan, seminar usg kebidanan, pelatihan usg kebidanan, pelatihan usg bidan dan dokter, pusat pelatihan usg, jadwal pelatihan usg bidan, materi pelatihan usg, artikel usg kebidanan, informasi pelatihan usg, pelatihan usg anc, pelatihan usg abdomen,
              Share:

              CV. BMI | JADWAL PELATIHAN USG ANC ABDOMEN 2018 - 2019


               PELATIHAN USG ANC-ABDOMEN
              untuk Dokter Umum & Bidan


              Pelatihan USG ANC-ABDOMEN APRIL 2019

              pelatihan usg surabaya, pelatihan usg anc surabaya, pelatihan usg abdomen surabaya, pelatihan usg surabaya terbaru, pelatihan usg bidan surabaya, pelatihan usg dokter umum surabaya, pelatihan usg bandung 2019, jadwal pelatihan usg surabaya, jadwal pelatihan usg solo 2019, jadwal pelatihan usg surabaya terbaru, pelatihan kebidanan terbaru, pelatihan usg jogjakarta, pelatihan usg yogyakarta, pelatihan usg, pelatihan usg bandung, pelatihan usg jogjakarta 2019, pelatihan usg 2019, jadwal pelatihan usg 2019,pelatihan usg dokter umum 2019, pelatihan usg untuk dokter umum 2019, jadwal pelatihan usg bandung 2019, pelatihan usg Abdomen jogjakarta, pelatihan usg abdomen yogyakarta, pelatihan usg anc jogjakarta, pelatihan anc yogyakarta, pelatihan usg bidan jogjakarta, pelatihan usg dokter umum jogjakarta, pelatihan kebidanan jogjakarta, pelatihan kebidanan yogyakarta, pelatihan dokter jogjakarta,

              Kontak


              HP:
              0822.4075.8084 (Miqdad Arrosyad)

              : 0822.4075.8084
              Email:
              binamedikaindonesia@gmail.com

              Office:
              Perum. Tamansari Manglayang Regency Blk. F7/3 Cileunyi Bandung

              FB Like

              Popular Posts

              Recent Posts

              Lokasi


              Frances Hotel
              Jl.Cipaganti 150/ 152 
              Tlp.022-2031318/ 022-2031038 
              Bandung



              Hotel Dafam Fortuna Malioboro
              l. Dagen Malioboro No.60, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55271 
              Tlp.0274-6429888 
              Jogjakarta